Terkuak, Dugaan Aliran Dana Rp 2 Miliar ke Oknum Polda Sumsel di Proyek Musi Banyuasin

419 views

Majalahakta.id – Publik kembali dikejutkan atas pernyataan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, Herman Mayori.

Ketika menjadi saksi dan sekaligus tersangka, pada sidang kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap mantan Bupati Muba Dody Reza Alex Noerdin di Pengadilan Tipikor, Kamis, (20/01/2022).

Menurut Herman Mayori, ada aliran dana sebesar Rp 2 miliar ke oknum Polda Sumsel dan Kasat Reskrim Pores Muba sebesar Rp 20 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengaman proyek tahun 2020 di Dinas PUPR.

Dana sebesar itu dari kontraktor Suhandy, Direktur PT. Selaras Simpati Nusantara, yang mendapatkan empat paket proyek di Muba. Kemudian dana Rp 2 miliar diberikan kepada oknum Polda Sumsel untuk mengamankan proyek. Diberikan kepada orang kepercayaan Suhandy, kepada orang suruhan dari Polda Sumsel.

Sedangkan dana Rp 20 juta untuk Kasat Reskrim Polres Muba, diambil anak buahnya sebagai dana bantuan operasional.

Selanjutnya dikatakan Herman Mayori, terdakwa Suhandy sudah mendapatkan proyek sebagai kontraktor pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muba sejak tahun 2019 dan tahun anggaran 2020.

Namun proyek tersebut sempat bermasalah, sehingga terpaksa minta pengamanan instansi Kepolisian, disitulah mengalirnya dana Rp 2 miliar ke oknum Polda Sumsel.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto, ketika dikonfirmasi tentang oknum Polda yang menerima aliran dana dari terdakwa Suhandi mengatakan, kasusnya sedang ditangani Mabes Polri.

Pihaknya tidak berwenang mengomentari proses Hukum yang sedang berjalan, termasuk apakah ada keterikatan dengan Kapolres OKU Timur yang sudah dicopot dari jabatannya atau keterikatan dengan Kasat Reskrim Muba. Keterangan Kapolda diberikan ke awak media usai melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Sa’ada, komplek Mapolda Sumsel, Jumat (21/01/2022).

“Saat ini kita tidak mengetahui perkembangannya, coba tanyakan langsung ke Mabes Polri, “ pungkas Kapolda. (ito)