Terindikasi Rugikan Keuangan Negara, BPKP Diminta Audit Keuangan PT. Andira Agro Tbk

581 views
Ketua Pengurus Petani Plasma Kebun Kelapa Sawit Masyarakat, meminta BPKP perwakilan Sumatera Selatan melakukan audit khusus kepada PT. Andira Agro Tbk.

FAKTA – Ketua Pengurus Petani Plasma Kebun Kelapa Sawit Masyarakat, Salman Hasan meminta kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan untuk melakukan audit khusus kepada PT. Andira Agro Tbk.

Tentang tata kelola industri Kebun Kelapa Sawit yang diduga telah merugikan keuangan negara dan petani pemilik plasma masyarakat. Surat dikirimkan ke BPKP tertanggal (25/7/2022). Diterima staf BPKP yakni Zulkarnain.

Didalam surat disampaikan diantaranya, kelompok petani plasma PT. Andira Agro di Desa Sebubus, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2001 terjadi kesepakatan masyarakat dengan PT. Andira Agro Tbk.

Kesepakatan tersebut terkait membangun plasma kebun sawit dengan syarat masyarakat harus menyerahkan lahannya PT. Andira Agro Tbk, untuk dibangun kebun sawit inti dan plasma. Jumlah kebun sawit yang dijanjikan seluas 232 hektar, terletak di Sungai Buaya dan Parid. Sesuai dengan dokumen kepemilikan lahan (SPH) dan seiring berjalannya waktu lahan kami yang dtanami sejak tahun 2010 dan tahun 2015 telah menghasilkan.

Namun hingga sekarang mayarakat petani plasma belum menikmati hasil panen buah sawit. Masyarakat telah beberapa kali menemui pihak PT. Andira Agro Tbk untuk meminta bagian dan penjelasan.

Selanjutnya dimediasi pemerintah setempat, dalam hal ini Pemkab Banyuasin, agar PT. Andira Agro Tbk segera menyerahkan lahan plasma milik masyarakat, berdasarkan data yang didapat petani plasma.

Sebagaimana tercatat dipenawaran umum perdana saham prospektus PT. Andira Agro Tbk, telah tercatat mempunyai piutang sebesar Rp32.800.000.000,- tercatat pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2021.

Atas biaya pembangunan kebun plasma sawit seluas 820 hektar dibawah binaan Koperasi Bina Usaha Tani. Dan kemudian tanggal 29 April tahun 2022, tercatat kembali laporan keuangan pihak perusahaan menyebutkan bahwa masyarakat petani plasma masih menyisahkan hutang sebesar Rp17.862.253.220.

Sementara kami telah membebaskan pihak perusahaan kebun inti seluas 784 hektar tahun 2010. Dengan HGU No. 16 tanggal 19 Januari 2010 dan HGU No.OOO.34. dengan luas 702.85 yang terletak di Desa Sebubus Muara Padang tahun 2011.

“Untuk itu kami meminta kepada BPKP untuk melakukan audit terhadap perusahaan PT. Andira AgroTbk. dan data selanjutnya akan menyusul,” ujar. Salman usai menyerahkan berkas ke BPKP didampingi pengacaranya. (ito/hai)