Seorang Wartawan Diduga Dapat Tindak Kekerasan dari OTK, Banyuasin, Sumsel

99 views
Orang tak dikenal (OTK) yang diduga melakukan tindak kekerasan pada wartawan di Banyuasin, Sumsel.

FAKTA – Para wartawan, baik cetak maupun online sebaiknya ekstra hati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Karena akhir – akhir ini banyak yang menjadi korban kekerasan oknum premanisme, baik suruhan maupun menjadi beking.

Seperti baru-baru ini terjadi, tepatnya pada Senin, (8/8/20220) menimpa Kepala Biro Rajawalinews.tv.co. wilayah Banyuasin, Supriyadi.

Ia digampar dan difitnah dengan perkataan tidak senonoh dari orang tidak dikenal (OTK). “Wartawan t*I “. Gegara mengambil foto mobil fuso yang sedang mogok. Kejadian tersebut di jalan raya lintas Timur Palembang Betung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan di KM 66, Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung.

Kronologis kejadian, adanya sebuah mobil truk fuso mogok dari arah Palembang, munuju Kota Jambi dalam kondisi melintang di tengah jalan.

Untuk menghindari macet, masyarakat bergotong royong menyingkirkan truk tersebut, ke pinggir Jalan, agar mobil lainnya bisa melintas, termasuk wartawan Supriyadi ikut mengevakuasi mobil truk  yang melintang.

Lalu ia mengabadikan untuk pemberitaan pada medianya. Dan setelah itu mengirimkan whatsapp kepada polisi lalu lintas. Tidak lama kemudian datang polisi lalu lintas untuk mengatur agar tidak mengalami kemacetan.

Setelah itu ia lagi enak duduk, didatangi seseorang yang belum diketahui identitas memakai kaos warna putih bergaris coklat, tidak jauh dari lokasi kejadian mobil mogok.

Lalu wartawan Supriyadi, menanyakan kepada oknum tersebut, “dari mana pak ?” tanyanya. Maka dijawabnya, “kamu mau apa, saya dari keluarga mobil truk tersebut yang kamu ambil fotonyo itu anak menantu saya, memang kamu siapa ?… “

Di jawab Supriyadi, “saya wartawan. memang kenapa, kalau  itu anak menantunya, tugas saya membuat berita, “ ujar Supriyadi.

Namun tidak dinyana, oknum yang diduga preman itu mengampar pipi Supriyadi di sebelah kanan, sambil mengumpat “wartawan t*i, jangan sok ya kamu!”.

Dengan adanya keributan itu masyakat di sekitar berkerumun dan nyaris tejadi keributan, untung ada pihak keamanan melerainya.

“Kami meminta kepada Aparat penegak Hukum (APH) untuk pro aktif dalam masalah ini,” pinta Supriyadi. (ito/hai)