Sebanyak 10 Saksi Dihadirkan Dalam Persidangan Kasus Direktur BUMD Sumsel

221 views
Direktur Hotel Swarna Dwipa Augie Bunyamin.

FAKTA – Sepuluh orang saksi dihadirkan dalam sidang, Direktur Badan Usaha Milik Daerah( BUMD) Hotel Swarna Dwipa Sumatera Selatan, Augie Bunyamin dan Ahmad Tohir, selaku Direktur PT. Palcon Indonesia.

Diantaranya, Mansyur, M. Hilmasyah, Musa L Silalahi, Aldika Prima, Achamad Efendi, Elifetriani, Kesyar, Bahril, Karmanto, dan Samedi.

Dalam sidang lanjutan pembuktian perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengerjaan proyek pengadaan kontruksi rancang bangun, Hotel Swarna Dwipa Sport Hotel Injurees And Trafi pada perusahaan daerah tahun 2017,menjerat kedua terdakwa, Augie Banyamin, selaku Direktur Utama BUMD dan Direktur PT. Pelcon Indonesia.

Dalam sidang yang digelar, 29 November 2022 didalam kesaksian, dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sahlan Efendi. SH MH.

Dan juga tim Gabungan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan tinggi Sumsel, saksi Musa L Silalahi sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, menjelaskan sesuai dengan tugas dalam menyiapkan dokumen dan memverifikasi berkas dan tugas pokok Pantia adalah, Surat Keputusan( SK) saya selaku Ketua Pengadaan Dari Direktur Perusahaan Daerah Hotel Swarna Dwipa. Auguie Bunyamin, yang mulai, ” jelasnya saat ditanya Hakim dalam Persidangan.

Namun saat dicecar Majelis Hakim, terkait mekanisme lelang saksi Musa, banyak mengaku lupa. Sedangkan Anggota Panitia Pengadaan hanya atas nama, tetapi kami mendapat honor dan tidak mengetahui jalannya Proyek, yang mulia, ” kata semua saksi kompak.”

Sementara, saat tim dari Kejaksaan mencecar dengan pertanyaan, terkait verifikasi dokumen lelang dan Anggaran Proyek yang belum tersedia, para saksi mengakui hanya mengikuti yang sudah biasa terjadi, dan kami semua tidak mengetahui, kalau Hotel Swarna Dwipa tidak ada Anggaran yang cukup untuk melaksanakan proyek, dan kami baru mengetahui anggaran nya menunggu penyertaan  modal dari Pemprov Sumsel, kata saksi, kemudian Tim Jaksa menjelaskan kepada para saksi, bahwa Proyek dimulai sejak awal sudah ada kecurangan tegas jaksa, itu sudah biasa terjadi, kami hanya mengikuti saja, jawab Saksi singkat.

Untuk di ketahui kasus dugaan korupsi bermula dari tahun 2016-2017.Augie Bunyamin, selaku Direktur Utama, Hotel Swarna Dwipa, melakukan Rehab Hotel, menggunakan dana oprasional Hotel dengan pagu anggaran sebesar Rp37 miliar dan Kontraktor Ahmad Tohir.

Ditunjuk langsung oleh Augie Bunyamin, tanpa melalui proses tender yang berlaku, bahkan dari perhitungan ahli volume bangunan hanya 42%. Sehingga mengakibatkan Negara dirugikan mencapai Rp3,7 miliar. Dan atas perbuatan kedua nya di kenai pasal.2 dan 3 tentang tindak Pidana Korupsi. (ito/hai)