Pemkab Brebes Bangun Museum Bumiayu Tonjong, Selamatkan Fosil Purbakala

169 views
Bupati Brebes Idza Priyanti meresmikan Museum Buton.

FAKTA – Pemerintah Kabupaten Brebes berhasil membangun Museum Purbakala, Bumiayu Tonjong (BUTON) di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Brebes. Museum ini selain bisa dimanfaatkan masyarakat juga untuk menyelamatkan fosil purbakala di Tonjong, Bantarkawung dan Bumiayu yang usianya mencapai 1,8 juta tahun lalu.

“Dengan terbangunnya museum ini diharapkan dapat menjadi pusat penelitian, pembelajaran sejarah bagi masyarakat luas,” ujar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat meresmikan Museum Buton, Senin (28/11). 

Idza mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes yang telah menginisasi pembangunan musem, para penemu dan pelestari fosil serta masyarakat Desa Galuh Timur yang berperan aktif dalam menjaga, merawat dan melestarikan peninggalan fosil purbakala. Telah Buton telah diketemukan fosil sejumlah 1.030 jenis, yang kini disimpan di Museum Buton.

“Dengan terbangunya Museum Buton maka Brebes akan menjadi magnet masyarakat dunia dan Museum Buton akan menjadi ikon wisata Kabupaten Brebes. Fosil yang ada di Museum Buton merupakan yang spektakuler, karena hanya ada di 5 negara di dunia dan usianya lebih tua dari fosil yang ditemukan di Sangiran,” ungkap Idza.

Camat Tonjong Lukman Hakim, mengaku bangga dengan di bangunnya Museum Buton. Hanya saja masih banyak yang harus dibenahi lagi seperti akses jalan yang masih rusak, jembatan yang ambruk, belum adanya saluran listrik dan MCK serta jaringan telekomunikasi seperti WIFI. 

“Semoga dapat direalisasikan di anggaran tahun 2023, terutama yang di prioritaskan,” tegas Lukman.

Kepala Dinbudpar Brebes melalui Kepala Bidang Kebudayaan Wijanarto menyampaikan amanat surat Kadin yang isinya menerangkan sejarah penemuan dan penelitian terkait fosil-fosil yang diketemukan di situs wilayah Buton.

“Fosil-Fosil mamalia yang ditemukan di Bumiayu dan Tonjong merupakan paling istimewa karena usianya sekitar 2 juta tahun, sehingga merupakan fosil tertua di Pulau Jawa,” terang Wijanarto.

Wijanarto juga berpesan kepada para OPD untuk ikut bertanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan sekaligus pemanfaatan bangunan museum untuk menyelamatkan, agar tidak terjadi amnesia sejarah dan lost history terutama bagi masyarakat Brebes. 

“Jangan biarkan kami dan para pelestari menjadi gamang, museum ini yang nantinya menjadi kekuatan bukti history untuk pembangunan kepribadian dan kebudayaan. Melalui proses pelestarian, salah satunya dapat memberikan manfaat bagi penguatan daya tarik wisata, terutama di bidang sejarah dan budaya guna memajukan pariwisata di Kabupaten Brebes,” harapnya.

Usai peresmian, Koordinator Pelestari Fosil Situs Bumiayu H Rafli Rizal mengatakan, usaha mewujudkan museum ke pemerintah sudah terwujud. Sehingga, barang-barang yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebagai edukasi.

Meski sudah diresmikan, dirinya juga berharap pemerintah bisa segera memperbaiki akses jalan menuju museum. Sebab, ruas jalan sepanjang kurang lebih 3 km belum bisa diperbaiki.

Turut hadir dalam peresmian Museum Buton, jajaran perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Anggota DPRD, Camat se wilayah Brebes Selatan, Forkopincam, para Kepala Desa di wilayah Tonjong dan Bumiayu, serta para pelajar dan masyarakat sekitar. (dun)