Budidaya dan Penggemukan Ikan Lele Desa Taba Mulan, Bengkulu Segera Memetik Hasil

197 views
Kades Apendi memberikan pakan lele yang segera panen.

FAKTA – Cara tepat pengelolaan dana ketahanan pangan pantas di contoh kepada Desa Taba Mulan, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Soalnya pemerintah desa menggunakan dana itu untuk kegiatan ketahanan pangan budidaya penggemukan ikan lele, dalam kolam terpal yang segera panen.

“Kita memanfaatkan dana ketahanan pangan untuk budidaya penggemukan ikan lele. Nah ini baru satu bulan sudah bisa dipanen. Memang kita beli bibit lelenya yang ukuran agak besar,” ujar Kades Taba Mulan Apendi sambil memberi makan lele kepada Majalahfakta.id, Rabu (3/8/2022).

Dikatakan Apendi, kolam yang terbuat dari terpal itu ukuran 2 x 4 meter dengan kedalaman 80 cm. Sebanyak tiga kolam lele masing masing di isi bibit lele sebanyak 75 kg perkolam. “Kita optimis saat panen antara 7 sampai 8 ekor ikan sudah dapat 1 kilogram,” jelas Apendi.

Lanjut Apendi, khusus untuk kolam yang di tengah dalam waktu dekat segera dipanen. Tempat penjualan sudah ada pihak yang memesan ikan tersebut.

“Setelah panen kita isi lagi. Tempat penjualan sudah ada. Kini tinggal kita tebar bibit lalu dijaga dikasih makan insa Allah panen,” ujar Apendi.

Bagaimana dengan warga? Ya, kalau ikannya banyak warga akan diberikan ikan tersebut. ” Kan ini usaha untuk meningkatkan gizi masyarakat kita. Ya, nanti ikan nya kita bagikan ke masyarakat. Sebagian kita jual,” demikian kata Apendi.

Mamat, 47 warga desa setempat mengaku kalau ikan lele dikelola seperti itu akan berhasil. Soalnya sudah ada yang mencoba. ” Mamang pak kades kami tu ado pengalaman. Jadi pas ngolah bibit lele dalam kolam terpal itu berhasil banyak. Tengok lah kini ikan tu la mulai nak panen,” ungkap Mamat. (iju)